Kabupaten
Jombang, terutama daerah utara brantas dikenal sebagai sentra
pengembangankomditas tembakau yang handal. Kecamatan Ploso, Kabuh, Plandaan,
Ngusikan dan Kudu sudah dikenal lama sebagai daerah dengan tradisi yang kuat
dalam budidaya tembakau.
Tahun 2012
di Jombang luas areal tanaman tembakau mencapai 4.050 Ha, namun budidaya
tembakau memiliki resiko yang cukup tinggi, salah satunya adalah fluktuasi
harga. Ada kalanya harga melambung tinggi seperti yang pernah terjadi pada
musim panen di tahun 2011. Saat itu harga tembakau rajang mencapai Rp.
40.000,00 / Kg sampai dengan Rp. 60.000,00 / Kg, namun tidak jarang juga harga
tembakau merosot tajam.
Para petani
kemitraan tembakau yang difasilitasi oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan
kabupaten Jombang dan PT. Sadana Arif Nusa kini sedang menikmati manfaat yang
diperoleh dari pola kerja sama tersebut. Pada umumnya para petani pada saat
seperti ini kesulitan menjual tembakau dengan harga yang bagus, namun tidak
demikian halnya dengan petani kemitraan, justru mereka bisa tersenyum lebar karena semua panen
tembakaunya bis dibeli dengan harga yang bagus.
Dari total
luas tanam tembakau kabupaten Jombang di utara brantas yang mencapai 4.863 Ha,
baru sekitar 202 Ha (5%) yang tergabung dalam kemitraan, yang terdiri dari 135
petani.
Akan tetapi luasan
tersebut sudah meningkat 3 kali lipat dari tahun 2010 yang hanya seluas 63 Ha.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jombang menargetkan jumlah dan luasan
petani kemitraan akan semakin bertambah samapai 3.000 Ha pada 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar