Meningkatnya kebutuhan daging dikalangan masyarakat membuat usaha peternakan menjadi salah satu usaha yang mengalami kemajuan yang cukup pesat, untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga perlu adanya kecukupan pasokan yang berimbang, salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut adalah daging itik, berikut teknis sederhana cara beternak itik pedaging :
A . Persiapan
Untuk Cara beternak itik pedaging, harus dilakukan adalah :
1.
Kandang.
Untuk 100 ekor itik diperlukan tempat ± 25 m² , usahakan kandang di sekat-sekat/petak-petak,
lantai dari tanah dan ditaburi sekam/serbuk gergaji seluas 80% sedangkan yang 20% usahakan diplester terutama
untuk tempat minum, dinding bisa dibuat dengan pasangan bata merahsetinggi ±
1m, sedangkan atasnya dari pagar bambu agar ventilasi bisa lancer, atap bisa
dari genteng,asbes, seng atau daduk/welit.
Lantai dari tanah dengan tujuan agar mempermudah peresapan
kotoran, sedangkan plester agar mudah waktu membesihkan tumpahan air minum
itik, buatkan parit didalam atau diluar kandang untuk mempermudah saat
membersihkan kandang (untuk mengurangi bau).
2.
Box.
Untuk memelihara itik umur 1 – 15 hari ukuran 90 – 100 cm x
200 cm, dengan tinggi ± 50 cm + kaki box setinggi 30 cm, dinding terbuat dari
talang karet, alas dari kawat ram (dilapisi plastik) dengan ukuran lubang ± 0,5
cm agar tidak melukai kaki meri (anak itik).
3. Tempat minum.
Pada saat di box gunakan gallon sebagai tempat minumnya,
sedangkan untuk dikandang gunakan paralon ΓΈ
3 dim atau dari talang paralon (kotak).
4. Tempat makan.
Pada saat dibox gunakan nampan sebagai tempat makanya,
sedangkan untuk dikandang gunakan wadah seperti ember dari bahan plastik .
Catatan : Usahakan sumber air dan penempatan pakan ada
dalam satu area,
dengan tujuan untuk mempermudah pemakaian saat diperlukan.
dengan tujuan untuk mempermudah pemakaian saat diperlukan.
B.
Pemeliharaan.
B.1. Dalam box.
1.
Meri (DOD) dibeli dari tempat penetasan, untuk varietas sesuai kebutuhan
(Peking, Hybrida, Silangan, local atau yang lainya).
2.
Meri umur 1 (satu) hari langsung dimasukkan kedalam box (ukuran box 30 cm x 200
cm x 45 cm untuk kapasitas 100 ekor). Gunakan lampu bohlamp untuk menjaga
kestabilan suhu didalam box (hal ini dilakukan bila suhu terlalu dingin/musim
penghujan atau pada malam hari), tempatkan box dalam ruangan dengan suhu normal
± 28 – 30 °C.
3.
Untuk kebutuhan minum berikan air bersih dan tambahkan vitamin atau larutan
fermentasi probiotik (Probiotik ini bisa anda buat sendiri) unutk meri yang
kurang sehat tambahkan antibiotik pada air minumnya (Air minum jangan sampai
habis, gunakan wadah dalam kondisi bersih)
4.
Untuk kebutuhan makan berikan makanan starter (Misal 511 dll) jumlah pakan yang
diberikan sedikit-sedikit saja dengan intensitas yang sering (kalo sudah habis
ditambah), pemberian pakan starter ini hingga meri berumur 18 hari, dengan
ukuran untuk 100 ekor meri membutuhkan ± 50 kg pakan kering (sejenis 511).
5.
Pada umur 10 – 15 hari meri siap dipindahkan ke kandang.
B.2.
Dalam Kandang
1. Anak itik umur 10 – 15 hari dilepaskan perlahan kedalam kandang agar itik
tidak stress, untuk adaptasi, tempat pakan dan minum dari box tetap diikutkan.
2. Usahakan setiap 100 ekor itik berada dalam satu skat/petak dengan ukuran
tidak stress, untuk adaptasi, tempat pakan dan minum dari box tetap diikutkan.
2. Usahakan setiap 100 ekor itik berada dalam satu skat/petak dengan ukuran
± 25m², hal ini dimaksudkan untuk
mempermudah pemeliharaan dan
pengawasan.
pengawasan.
3.
Atur kandang senyaman mungkin untuk tinggal itik (Ada lampu penerangan pada
malam hari, sirkkulasi udara yang cukup, suhu udara tidak kurang dari 28°C, tidak
berbau dan tidak becek) hal ini akan mendukung pertumbuhan itik menjadi normal.
4.
Gunakan pagar pembatas antara tempat pakan dan tempat minum (agar saat itik
minum hanya kepalanya saja yang masuk dengan tujuan agar tempat minum tidak
dipakai mandi oleh itik)
5.
Gunakan air bersih dengan ditambahkan fementasian probiotik untuk
kebutuhan minum itik, bersihkan tempat minum 3x sehari.
kebutuhan minum itik, bersihkan tempat minum 3x sehari.
6.
untuk kebutuhan makan :
- Itik umur 1 – 18
hari (dalam box) dengan pakan
starter (type 511 dll).
- Itik umur 19 –
20 hari berikan pakan starter (Type KBR) dicampur bekatul
dengan Perbandingan 5 : 1 (5 Konsentrat, 1 bekatul) diaduk dengan air
bersih yang ditambahkan fermentasi probiotik 5 jam sebelum pakan diberikan
dengan tujuan agar mikroba dapat berkembang dan menyatu dengan pakan.
dengan Perbandingan 5 : 1 (5 Konsentrat, 1 bekatul) diaduk dengan air
bersih yang ditambahkan fermentasi probiotik 5 jam sebelum pakan diberikan
dengan tujuan agar mikroba dapat berkembang dan menyatu dengan pakan.
- Itik
umur 20 – 25 hari konsentrasi pakan 4 konsentrat : 2 bekatul
- Itik
umur 25 – 30 hari konsentrasi pakan 3 konsentrat : 3 bekatul
Pada umur 28 hari mulai tambahkan jagung (digiling) sebanyak 1 bagian, hal
ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan (membentuk daging).
Pada umur 28 hari mulai tambahkan jagung (digiling) sebanyak 1 bagian, hal
ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan (membentuk daging).
- Itik
umur 30 – 35 hari konsentrasi pakan 2 konsentrat : 4 bekatul : 2 jagung
- Itik umur 35 – 40 hari konsentrasi pakan 1 Konsentrat : 5 bekatul : 2 jagung
- Diatas 30 hari bisa diberi tambahan pakan dari rumput lunak, karak, sumpil,
kepiting sawah dan siput.
- Itik umur 35 – 40 hari konsentrasi pakan 1 Konsentrat : 5 bekatul : 2 jagung
- Diatas 30 hari bisa diberi tambahan pakan dari rumput lunak, karak, sumpil,
kepiting sawah dan siput.
Catatan : Berdasarkan pengalaman peternak untuk itik 200 ekor (jenis
Peking) menghabiskan konsentrat
511 sebanyak 100 Kg, KBR sebanyak 150Kg, jagung 25 Kg, bekatul 257
Kg dan modal untuk membuat probiotik sebesar Rp. 40.000,- (Jumlah ini Masih
belum optimal).
Demikian informasi tentang cara beternak itik pedaging yang kami sampaikan, barangkali ada pengalaman dan teori tentang cara beternak itik yang lebih lengkap dan bagus tolong untuk di informasikan kepada kami.
Sumber : "Cara beternak itik pedaging" dari Pengalaman
salah seorang pengurus KTNA
makasih informasinya gan.....
BalasHapus