Jumat, 16 November 2012

TINGKATKAN PRODUKSI BIBIT ITIK


ktna Jombang - Budidaya/cara beternak itik pedaging berpotensi dikembangkan sebagai usaha peternakan itik komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif. Satu hal yang menjadi masalah usaha ternak itik adalah rendahnya produktifitas karena kurangnya ketersediaan bibit yang baik kualitas genetiknya.
Dari masalah tersebut, P4S Meri Rejeki yang beralamat di Desa Rejosopinggir Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang menjalankan pelatihan usaha penetasan (Bibit itik) dan budidaya itik unggul yang memiliki produktifitas tinggi, menghasilkan telur yang rasanya enak dan di gemari konsumen.

P4S Meri Rejeki, semula merupakan kelompok kecil yang beranggotaan sedikit peternak itik yang didirikan pada tahun 1991 dengan tahap pembelajaran (percobaan), dan pemasaran yang dilakukan sendiri. Kelompok ini sempat tenggelam akibat krisis moneter yang mendera indonesia pada tahun 1997. Pada tahun 1998, kelompok ini kembali didirikan dengan jumlah anggota dan pengurus sebanyak 8 orang, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya persaingan kurang sehat antar peternak sekaligus meningkatkan taraf hidup peternak. Produksi itik lokal yang dihasilkan saat itu sudah merambah pasar luar Kabupaten Jombang, meskipun jumlah mesin tetas baru sekitar 120 unit dengan kapasitas 300 butir permesin. kemudian tahun 2008 berkembang dengan menambah jumlah mesin tetas sebanyak 160 unit, lagi-lagi, kelompok ini terkendala dengan menipisnya pasokan minyak tanah sebagai bahan bakar mesin penetas.

Di tahun 2009, kelompok ini berusaha merehabilitasi 160 mesin tetasnya dari bahan bakar minyak tanah menjadi Listrik dengan harapan tidak terkendala oleh hal tersebut dan dapat meningkatkan produksi bibit itiknya , hingga tahun 2012, P4S Meri Rejeki yang kini beranggotakan 15 orang itu telah memiliki mesin tetas dengan kapasitas 1000 butir sebanyak 22 unti dan 215 unit mesin tetas dengan kapasitas 300 butir. Dari mesin berprosentase 78% tetas ini, menghasilkan produksi bibit itik (DOD) sebanyak 64.000 ekor, dengan rincian untuk itik lokal sebnayak 25.000 ekor, itik silangan 16.000 ekor dan itik peking sebanyak 22.400 ekor.

Dari ketersediaan bibit itu, P4S Meri Rejeki telah memasarkan hasil produksinya hingga ke beberapa daerah antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Ujung Pandang.

Perkembangan pesat yang dialami P4S Meri Rejeki, menjadikannya sebagai lembaga yang sering menjadi jujugan untuk dijadikan study banding oleh beberapa  lembaga/mitra lain seperti SMK Muhammadiyah Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan pada tahun 2004, Kelompok ternak itik Kabupaten Pasuruan pada tahun 2006, Kelompok ternak itik Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan pada tahun 2010, dan pada tahun 2011 P4S Meri Rejeki menjadi tujuan kunker (Kunjungan Kerja) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur.

Semoga P4S Meri Rejeki bisa menghasilkan dan Meningkatkan produksi bibit itik yang berkualitas, sehingga mampu memenuhi kebutuhan baik secara jumlah maupun secara mutu dari para peternak lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar